Sabtu, 05 Januari 2013

MENGGUSUR BUKAN SOLUSI


Tuli adalah sebutan untuk mereka yang tak bisa mendengar. Kejam adalah sebutan untuk mereka yang membiarkan atau bahkan membuat sesamanya sangat menderita. Dan marah adalah ketika seseorang mendapati dirinya diperlakukan tidak adil atau di luar batas toleransinya. Itulah yang ada dalam setiap penggusuran yang dilakukan di tengah masyarakat kita, tak terkecuali yang dilakukan PT. KAI di peron-peron stasiun kereta api di Jabodetabek.

Saat ini sudah ada beberapa stasiun yang bersih dari kios-kios karena adanya penggusuran. Penggusuran yang dilakukan untuk pelebaran peron kereta api. Dan di tengah penggusuran tersebut ada pihak ketiga yang berdiri tegak untuk membela para pedagang. Pemerintah? Tentu bukan. Aparat keamanan? Senjata mereka bukan untuk membela para pedagang. Mahasiswa? Ya, hanya anak-anak muda yang masih mengerti esensi moral yang harus ditegakkan dan mau membela mereka yang patut untuk dibela.

Kamis, 03 Januari 2013

MORAL YANG DIRINDUKAN

Rentetan ledakan di langit tinggi telah disemarakkan. Riuh teriakan wajah-wajah tua-muda memekakkan telinga. Begitu juga harapan seorang warga negara digantungkan di atas kegelapan hujan. Tahun yang baru telah bersama-sama kita masuki. 2012 telah kita lewati bersamaan dengan tenggelamnya kiamat yang hanya menjadi kontroversi. Namun tidak dengan perjuangan negara ini untuk menuju kemajuan. Awal tahun kembali menjadi saat kita kembali membangun opimisme bersama.

2013 dikatakan akan menjadi tahun yang penuh dengan aktivitas perpolitikan. Partai politik dan para politikus akan ramai-ramai berlomba memikat warga masyarakat yang bahkan tak tahu kepentingan lain selain mencari uang untuk membeli seonggok beras. Persiapan akan banyak dilakukan oleh para penggiat politik untuk menyambut pesta demokrasi akbar, Pemilu 2014. Sosok pemimpin baru akan coba diperkenalkan dengan lebih intensif dan di sisi lain akan juga dimimpikan oleh sejuta umat di negeri ini.

Kamis, 20 Desember 2012

DI BAWAH KOLONG KAMPUNG MELAYU YANG GELAP


Lihatlah dengan seksama foto di atas. Apa yang anda lihat dari foto itu? Sampah? Banyak tentunya. Botol-botol plastik? Bertumpuk-tumpuk! Lampu? Jelas bisa terlihat dari foto itu. Manusia? Ya, disana juga ada manusia. Dan disana pun ada kehidupan. Ya, ada manusia-manusia yang menjalankan kehidupannya.

Kemudian anda bertanya, pilar besar apakah itu yang berdiri kokoh menopang atap berupa beton yang besar itu? Apakah perempuan dan anak kecil itu sedang berada di sebuah reruntuhan gedung yang tak terpakai lagi? Ataukah di gedung parkir yang terbengkalai? Keduanya tak ada yang mendekati benar. Selamat datang di  Komunitas Kolong Kampung Melayu.

Apa yang anda ketahui tentang kemiskinan? Apakah anda merasa salah satu yang termasuk di dalam pengertiannya? Apakah menurut anda gambar di atas adalah sebuah contoh dari kemiskinan?

Rabu, 19 Desember 2012

YANG MEMBERITAKAN YANG MEMONOPOLI

Kebebasan, kita yang bangga dengan demokrasi yang selalu kita teriakkan itu selalu menuntut akan kata itu. Salah satu praktek demokrasi yang berusaha kita perjuangkan adalah kebebasan pers. Pengekangan terhadap pers selama periode-periode pemerintahan sebelumnya seperti membuat gatal mereka para jurnalis sehingga ketika masa pembebasan itu dimulai, pers seakan-akan langsung menjadi sebuah kekuatan besar yang secara tak langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Pers adalah salah satu kekuatan dalam mengatur dan membuat opini publik. Entah berita yang ada di layar kaca atau di surat kabar, semuanya menjadi salah satu konsumsi paling dicari. Ya, berita. Kita semua haus akan berita, apapun bidangnya. Berita menjadi sebuah kebutuhan yang sangat krusial dalam bernegara. Setiap warga negara berhak untuk mengetahui isu tentang negaranya, bahkan isu global. Pers adalah pemegang kekuasaan yang mengendalikan berita apa saja yang kita terima. Setiap hari kita disuapi oleh berita-berita yang pers berikan atau ingin mereka berikan. 

Rabu, 28 November 2012

KETIKA SOSIAL DIRENDAHKAN OLEH ALAM

Kita sering mendengar bahwa masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan. Setiap orang akan mulai menemukan jati diri maupun arah hidup saat duduk di bangku SMA. Usia yang mulai condong ke dewasa mulai menjadi hal yang sangat menarik dalam meniti tubuh yang mulai dirasa perlu untuk didandani sesuai arah mode yang diinginkan. Kenakalan-kenakalan mulai banyak menyapa dan dengan mengalir persahabatan terajut disana. Dan di masa itu pula ada sebuah saat dimana kita memilih sebuah pilihan yang cukup menentukan arah hidup kita nantinya di Indonesia. Itu adalah pemilihan jurusan.

Minggu, 18 November 2012

MENULIS: ANTARA WARISAN DAN SENJATA

Rangkaian huruf-huruf bergandengan menghasilkan barisan kalimat yang teratur. Kalimat-kalimat bernyanyi mendengungkan butiran makna, dilema, rasa, dan berita ke mata yang langsung dikonsumsi otak. Pikiran tergerak oleh lembaran-lembaran kalimat yang telah tersusun rapih dan sistematis. Mulai dari hal kecil sampai hal besar bisa bermula dari membaca sebuah goretan maupun ketikan yang mengandung kekuatan dari si penulis maupun si pengetik. Tulisan, pernahkah anda berpikir betapa kuatnya dia?

Sabtu, 10 November 2012

REFLEKSI SEPULUH SEBELAS

 "Seseorang dipanggil pahlawan bukan dengan begitu saja, namun berasal dari apa yang telah ia lakukan." Herlina

Ada seorang pejuang yang pernah berkata bahwa hari ini adalah hari kedua yang patut diperingati sebagai hari besar negara Indonesia, hanya dikalahkan oleh 17 Agustus. 10 November, Hari Pahlawan. Hal tersebut ingin mencerminkan bahwa tanggal 10 November begitu bermakna untuk bangsa ini. Memiliki arti yang mendalam di dalam perjuangan dan perjalanan bangsa. Sebuah peringatan yang akan terus diingat sebagai cara kita untuk selalu mengingat seberapa banyak liter keringat dan darah yang mengucur untuk terciptanya kedaulatan negara dan dalam upaya mempertahankannya. Namun siapa di antara anda yang mengingat bahwa ini adalah hari Pahlawan karena tweet atau status BBM orang lain?