Jumat, 30 September 2011

Ingatkan Kami Rasa Aman Itu

Dalam olahraga sepakbola, terdapat beberapa posisi yang bisa diambil oleh seorang pemain di lapangan. Salah satu posisinya adalah kiper. Apa tugas seorang kiper? Tentu tugas mereka adalah menjaga atau pun mengamankan gawang mereka dari tendangan-tendangan tim lawan agar tidak kemasukan gol. Di dunia ini banyak sekali lahir kiper-kiper dengan skill yang luar biasa. Mereka memiliki respon, lompatan, atau pun genggaman yang erat. Namun apa yang membedakan penilaian kiper-kiper itu satu dengan yang lainnya? Bukan seberapa banyak mereka menyelamatkan gawang, namun terlebih seberapa banyak mereka melakukan blunder atau pun kesalahan di depan gawang yang menyebabkan gawang mereka kebobolan.

Sekarang mari kita kaitkan dengan kehidupan kita. Anggaplah negara kita ini sebagai sebuah tim sepakbola. Serta kiper kita anggap sebagai polri atau polisi kita. Tugas polri tentu saja menjaga stabilitas maupun keamanan dalam negeri. Sudah sepantasnya dan sewajarnya mereka mengamankan kita semua maupun memberi kita semua rasa aman. Namun mengapa gawang kita sering bobol oleh lawan? Bagaimana kita bisa stabil kalau kinerja kiper kita tidak bisa begitu diharapkan? Kita semua masyarakat memerlukan rasa aman. Mendapatkan rasa aman adalah hak kita sebagai warga negara. Dan darimana lagi kita bisa dapat perlindungan selain dari negara dengan polri yang menjalankan tugas kepolisian.

Kasus-kasus kriminal di negara kita memang cukup tinggi. Kehidupan di jalan-jalan bahkan sangat jauh dari kata aman. Padahal jumlah masyarakat yang hiruk-pikuk di jalan sangat besar. Penodongan, penjambretan, dan pencopetan merupakan kejahatan-kejahatan yang paling pasaran namun begitu banyak. Masyarakat pun sudah berpikir bahwa hal-hal seperti itu adalah hal biasa dan lumrah untuk kehidupan di jalanan. Pola pikir seperti ini merupakan adaptasi dari tingkat keamanan yang sangat rendah serta telah terlupakannya polisi sebagai pengaman masyarakat. Tak ada perlawanan berarti untuk kejahatan para preman seperti itu. Semua terus berjalan seperti memang sudah wajar. Tak ada yang berniat merubah. "Yah angkot kan memang gak aman, makanya ati-ati, jangan mancing-mancing untuk dicopet makanya" dan lain sebagainya merupakan bahasa-bahasa yang muncul di banyak kalangan kita. Kalau ada yang terkena, berarti sedang sial, selesai sampai disitu. Terlihat bahwa kejahatan semacam ini sangat sulit diberantas. Apalagi dengan berkurangnya kediktatoran di negara ini.

Untuk kasus bom baru-baru ini banyak yang mengatakan sebagai kebobolan dari negara kita. Anda mungkin masih ingat saat-saat dimana penggerebekan dan penangkapan teroris sedang marak-maraknya. Polri dilambungkan namanya karena keberhasilan menangkap teroris. Namun apa yang terjadi sekarang? Sang presiden pun dalam pidatonya seperti menampar sendiri muka polri dengan mengatakan bahwa terorisme masih ada. Lalu apa yang dilakukan polri selama ini? Tenang-tenang saja karena sudah menangkap tokoh teroris ternama?

Masih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang mencuri gol dari gawang keamanan tanah air kita. Pemerkosaan dan pelecehan terhadap wanita juga salah satu diantaranya. Untuk kasus korupsi, tidak perlu ditanya. Mereka yang tertangkap malah seperti tinggal di apartemen mewah di dalam tahanan. Bebas keluar masuk seenaknya. Yah mungkin uang mereka tak bisa dilawan oleh polisi. Koruptor seperti tak berkurang, mereka tak memikirkan polisi sepertinya. Tak ada perlindungan berarti ke masyarakat. Tugas polisi seperti hanya menangkap penjahat yang terlapor. Masalah memberi rasa aman seperti tak terasa lagi. Mungkin juga para pelaku penjahat di Indonesia tak ada takut-takutnya kepada polisi kita. Mungkin justru masyarakat kita hanya takut pada polisi di jalan raya saja, takut ditilang atau disuruh bayar. Sisanya, bebas merdeka. 

Yang terpenting adalah polri harus memupuk lagi kepercayaannya dari masyarakat. Semua pihak dalam masyarakat butuh rasa aman. Dengan rasa aman itu maka kita semua bisa hidup dengan tenang. Kejahatan macam apapun adalah musuh yang harus diberantas. Diberantas sampai setuntas-tuntasnya dan tak berlarut-larut. Berikan rasa takut untuk melakukan kejahatan. Untuk itu diperlukan ketegasan yang riil dalam diri kepolisian. Jangan biarkan kejahatan menjadi bagian dari kita, melainkan musuh kita semua. Amankanlah gawang kita jangan sampai terus kebobolan. Tapi sekali lagi, bagaimanapun juga ini hanya opini saya.

Rabu, 28 September 2011

Pesan Singkat Seorang Pemuda

Seorang pendiri bangsa kita pernah berkata "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit." 


Kita sebagai bangsa janganlah sampai melupakan akan cita-cita kita.


Meskipun cobaan terus menerus menghampiri bangsa kita, kita harus ingat bahwa Merah Putih masih terus berkibar di nusantara.


Generasi muda Indonesia, sadarilah bahwa kita yang empunya tanah ini di masa datang.


Teruslah bercita-cita, karena dengan bercita-cita kita memiliki tujuan yang ingin kita raih sebagai pegangan hidup!


Tak ada larangan untuk bercita-cita, dan tak ada juga larangan untuk mewujudkannya!


"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."


Jangan sampai hilang semangat juang kita, mentari esok masih menanti ibu pertiwi, menapaki jalan menuju kemajuan.




Penulis,


LEGS



Selasa, 27 September 2011

Kota Kabut

Kalau anda pergi ke Puncak untuk berekreasi pastilah anda akan disuguhi cuaca yang sangat sejuk atau dingin. Udara seperti itu sangat nyaman untuk kita beristirahat sejenak dari segala kesibukan kita. Di dataran tinggi seperti Puncak, pada pagi hari sering diliputi oleh kabut yang turun dari tempat tinggi. Namun tidak selalu pagi-pagi hari juga ada kabut. Saya tidak mau menjelaskan kenapa bisa ada kabut karena saya juga kurang mengerti. Namun menurut saya tak perlulah anda jauh-jauh ke Puncak untuk melihat kabut. Jika anda tinggal di ibukota, keluarlah ke jalan raya dan anda akan langsung melihat kabut. Tapi bedanya dengan Puncak, kabut  Jakarta adalah asap!

Asap mengepul di udara Jakarta setiap harinya. Siang hari di ibukota adalah saat paling menyiksa bagi masyarakat. Terik matahari begitu menyiksa kita seakan mencerminkan suasana neraka, ditambah asap yang begitu mengganggu dari pernapasan sampai penglihatan. Asap kendaraan begitu pekat, bahkan kadang berwarna hitam! Saya tidak tahu apakah uji emisi diberlakukan atau tidak untuk kendaraan-kendaraan umum yang biasanya adalah produsen polusi yang cukup besar. Jika angkot-angkot sedang lewat di depan kita, asap hitam langsung menyergap. Bajaj juga tidak ketinggalan untuk meramaikan pesta polusi di kota metropolitan ini. Bajaj BBG juga belum bisa membuat si bajaj oranye hilang dari peredaran. Mungkin persaingan di dunia bajaj begitu berat, saya juga tidak tahu.

Kendaraan di ibukota sudah terlalu menumpuk. Banyak spekulasi beredar bahwa dalam beberapa tahun ke depan Jakarta akan penuh dengan mobil sampai tak bisa memungkinkan lagi bisa berjalan di jalan raya untuk kendaraan-kendaraan. Busway diharapkan akan menjadi penyelamat dengan mengurangi kendaraan di jalan raya. Namun belum begitu banyak membantu. Armada yang tidak bisa menampung penumpang yang membeludak malah mengurangi minat sebagian orang untuk menggunakan angkutan busway dibanding angkutan pribadi, mereka capek untuk antri berjam-jam di dalam halte yang penuh sesak dan panas. Untuk peraturan 3 in 1? Tak usah ditanya lagi, peraturan itu malah menjadi lapangan kerja bagi para joki. Memang masyarakat kita begitu kreatif, apapun dijadikan peluang untuk mendapatkan uang. 

Pemerintah seharusnya lebih tegas lagi dalam menguji emisi kendaraan-kendaraan bermotor di ibukota. Namun pengujian juga harus dengan kerjasama yang baik dan sosialisasi yang menjangkau semua pihak. Pemerintah seringkali gagal dalam melakukan komunikasi untuk peraturan yang diberlakukan sehingga kebijakannya sering gagal. Jadi sosialisasi harus dengan kerjasama yang baik dan jelas agar semua pihak juga bisa menjalankannya dengan damai tanpa ada yang harus mempermasalahkannya, baik itu para pengemudi pribadi, pengusaha angkot atau pun para sopir angkot serta kondektur.  Hal ini penting dilakukan agar polusi di Jakarta benar-benar menjadi keprihatinan yang harus segera ditindaklanjuti bersama-sama. 

Untuk pengelola busway juga sebaiknya menambah jumlah armadanya untuk bisa menampung penumpang yang begitu banyak. Niat masyarakat untuk lebih memilih busway sudah cukup baik, tinggal bagaimana pengelola bisa memberikan pelayanan yang baik agar masyarakat juga tak perlu terbuang cukup banyak waktu untuk menunggu, juga agar kenyamanan lebih diprioritaskan. Dengan pelayanan yang baik, masyarakat bisa dengan nyaman lebih memilih busway dibanding harus menggunakan kendaraan pribadi yang harus ikut macet di jalan raya. Dengan begitu dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.

Pemberlakuan car free day pada hari Minggu cukup membantu dalam mengurangi polusi di Jakarta, walaupun belakangan ini malah menambah sampah yang berserakan di jalan karena pedagang yang mulai banyak mengambil kesempatan pada kesempatan ini. Ini baik untuk mengurangi polusi. Masyarakat pun sudah mulai terpancing untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi di ibukota. Bike to school atau pun bike to work mulai banyak digandrungi masyarakat. Semoga saja ini bukan hanya tren sesaat saja melainkan terus berkembang jumlahnya. Selain mengurangi polusi bersepeda juga sebagai kegiatan berolahraga yang baik bagi kesehatan anda, sehingga bersepeda bisa menjadi alternatif hidup sehat di tengah sumpeknya hidup di ibukota. Banyak-banyak berjalan kaki juga baik untuk tulang anda. Namun bersepeda mungkin lebih baik karena anda tidak perlu menyita waktu cukup lama dengan berjalan kaki. 

Tindakan-tindakan diatas adalah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi udara selain menanam pohon-pohon hijau. Kota ini sudah terlalu gersang. Kita butuh tumbuh-tumbuhan tinggi, bukan gedung-gedung ataupun mall lagi. Penghijauan di dalam kota ini sangat penting melihat warna hijau sudah sangat sedikit terlihat di Jakarta. Pembangunan-pembangunan taman kota juga perlu didukung karena itu salah satu cara untuk memberikan tempat bagi penanaman tumbuhan. 

Mari kita bersama-sama ambil bagian dalam membuat kenyamanan kota ini. Kita semua bisa memiliki peran masing-masing. Ambillah peran sekecil apapun untuk memerangi polusi udara. Jika dilakukan bersama-sama maka tindakan kecil itu bisa membuahkan hasil yang besar. Saya dan anda sudah cukup tersiksa dengan kabut kota Jakarta ini bukan? Atau anda nyaman-nyaman saja? Bagaimanapun juga ini hanya opini saya.

Senin, 26 September 2011

Jangan Hanya Meminta Hai Indonesia

Pernahkah anda meminta? Saya rasa semua dari kita pernah melakukannya. Pernahkan anda menuntut? Saya rasa anda pun pernah melakukannya. Entah kepada orangtua, sekolah, kantor, atau kepada yang lainnya. Dan apakah anda juga pernah menuntut dan meminta dari negara? Ya menuntut kepada pemerintah sesuai apa yang kita mau.

Masyarakat kita sangat senang mengkritik dan menjelek-jelekan pemerintah. Masyarakat kita juga sangat senang untuk menuntut. Entah dengan cara unjuk rasa atau dengan aksi-aksi lainnya. Kita tak pernah puas. Yah walaupun memang banyak yang harus dipertanyakan dari kepemerintahan di negara kita. Mari sekarang kita coba berhenti sejenak dan berkaca, pernahkah anda turut ambil bagian untuk kemajuan negara?

Kita selalu mempersalahkan pemerintah dalam banyak hal. Menyalahkan merupakan hobi masyarakat kita. Tapi sesungguhnya yang membangun negara ini bukanlah pemerintah semata. Kita masyarakat ada di dalamnya. Jadi apakah anda pernah merasa bahwa anda juga memiliki peran untuk membangun negara? Kita sering kali menjadikan pemerintah sebagai kambing hitam untuk masalah-masalah. Namun apakah kita sendiri pernah berbuat untuk negara?

Jika anda merasa ada yang salah dalam negara, cobalah untuk merubahnya dengan cara anda. Jika tidak ada lapangan pekerjaan, buatlah lapangan itu sendiri. Jika anda sudah melihat bahwa pemerintah gagal, perbaikilah dengan kemampuan anda. Jika anda benci korupsi, berantaslah juga semampu anda. Yang saya mau katakan adalah bahwa negara ini tak akan berkembang jika kita hanya mau mengandalkan pemerintah saja tanpa mau ambil bagian.

Mulailah tanyakan diri anda apa yang bisa anda berikan untuk negara ini supaya berubah ke arah yang lebih baik lagi. Dengan menulis seperti ini saya memberikan apa yang mampu saya lakukan untuk negara, yakni memberikan ajakan pada anda untuk merubah pola pikir demi majunya Indonesia. Mulailah dengan hal-hal kecil seperti kegiatan menulis yang saya lakukan ini. Perubahan selalu datang dari hal-hal kecil, namun saat hal-hal kecil itu berkumpul maka perubahan besar akan hadir. Anda boleh saja menganggap ini omong kosong belaka, bagaimanapun juga ini hanya opini saya.

Minggu, 25 September 2011

Jadikan Ledakan Ini Percuma

Kembali bom meledak di Indonesia. Solo menjadi korban kali ini. Gereja Kepunton Solo adalah tempat terjadinya perkara. Kejadian seperti ini seakan-akan terus berulang. Tempat-tempat ibadah menjadi salah satu tempat yang paling sering menjadi target ledakan, khususnya gereja. Apa sebenarnya yang menjadi alasan penyerangan bom seperti ini ke tempat-tempat seperti gereja? Apakah mereka para pelaku begitu dendam dengan gereja? Apa salah gereja hingga harus berulang kali menjadi sasaran terorisme seperti ini? Dengan penyerangan seperti ini, unsur agama seperti diangkat ke permukaan. Masyarakat pun mengeluarkan penilaiannya masing-masing.

Kejadian-kejadian seperti inilah yang nantinya bisa menimbulkan rasa benci terhadap pihak agama lain yang tertuduh. Walaupun sebenarnya ini hanyalah ulah para provokator atau bisa kita sebut teroris. Namun semua menjadi main menilai dan langsung menyimpulkan sendiri-sendiri sesuai pendapat mereka. Pemikiran-pemikiran seperti ini berbahaya karena bisa menimbulkan perpecahan diantara kita. Mungkin saja inilah yang diinginkan mereka para pelaku kekejaman ini. Mereka yang tanpa perasaan seenaknya saja meneror-neror perdamaian kita. Rakyat Indonesia, berpikirlah kritis dan dewasa. Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini kita seharusnya lebih solid lagi dalam mempererat persatuan kita sebagai bangsa. Jangan justru menjadikan ini sebagai alasan-alasan prasangka untuk di kemudian hari.

Kita boleh saja mengutuk si pelaku yang melakukan kegiatan bom bunuh diri tersebut. Namun menurut saya yang paling keji dari semua ini adalah para penggerak mereka yang melakukan bom bunuh diri tersebut. Mereka seenaknya saja menggunakan manusia sebagai alat untuk melakukan aksi mereka. Mempermainkan psikis manusia dan memanfaatkan itu sebagai alat mereka melakukan aksi mereka. Nyawa para pelaku-pelaku terbuang sia-sia selama ini. Ini menjadi cerminan bagi kita bahwa rakyat kita masih banyak yang mudah begitu saja diperdaya. Mudah saja tercuci otaknya untuk merusak perdamaian demi maksud-maksud tertentu. Ini realita yang kita hadapi di tengah bangsa kita yang beraneka ragam ini.

Pemerintah boleh saja mengutuk para pelaku seperti yang telah mereka katakan pada media. Kita semua rakyat Indonesia pun mengutuk terorisme. Namun bukan kutukanlah yang kita inginkan. Yang kita semua inginkan adalah bentuk nyata perlindungan dari terorisme. Tuntaskanlah jaringan-jaringan yang dicurigai. Jangan hanya menjadikan hal pengejaran teroris sebagai aksi sementara saja untuk menjaring popularitas di masyarakat. Namun tak terdengar lagi sesudahnya. Dengan menyadari masih adanya jaringan terorisme di Indonesia maka pemerintah harus menindak dan menjaga kestabilan yang sudah ada secara terus-menerus. Jangan jadikan ini sebagai hal yang memang akan terus terulang seakan tidak ada habisnya.

Saudara-saudara sebangsa, kita memang beragam. Akuilah kita memang banyak perbedaan. Dan akuilah juga bahwa kita hidup bersama-sama dalam satu lingkup masyarakat. Jadilah manusia yang berpikir luas dan tidak dangkal. Dangkal yang langsung menyimpulkan untuk anti terhadap yang lain karena impuls-impuls kejadian semacam ini. Anggaplah bahwa ini ulah mereka yang tidak suka dengan kedamaian diantara kita. Masjid Istiqlal dan gereja Katedral masih berdiri berhadap-hadapan saudara-saudara. Jadikanlah keduanya sebagai lambang persatuan diantara kita semua. Saling berhadap-hadapan dalam keberagaman. Setujukah anda dengan saya? Bagaimanapun juga ini hanya opini saya. 


Jumat, 23 September 2011

Si Kulit Bundar Pemersatu Kita

"Garuda di dadaku...Garuda kebanggaanku!!!"

Apa yang ada dalam pikiran anda jika berbicara mengenai alat pemersatu bangsa? Anda bisa katakan Pancasila, UUD 1945, dan sebagainya. Namun sekarang ini ada lagi alat pemersatu bangsa yang begitu akrab dengan masyarakat kita. Kita tidak perlu pidato manis presiden atau pun wakil-wakil rakyat untuk mempersatukan kita. Kita hanya perlu, sepakbola.

Mungkin ini terlalu berlebihan jika mengatakan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Namun lihatlah kenyataan yang ada di masyarakat kita. Saat dimana Bambang Pamungkas cs berlaga, maka Indonesia akan bersatu bersama meneriakan INDONESIA!! Perbedaan-perbedaan yang ada selama ini seakan hilang. Tidak ada lagi saling membeda-bedakan satu sama lain. Perbedaan ras,gender,suku dan sebagainya ditanggalkan. Bisa anda bayangkan betapa luar biasanya kekuatan sepak bola di tanah air. 
Sepak bola menyentuh semua kalangan, dari golongan terbawah sampai paling atas. Semua akan menghentikan kesibukan mereka untuk melihat ataupun mengikuti perkembangan Laskar Merah Putih berlaga. Ya, sepak bola. Gegap gempita sepak bola di tanah air naik sejak kiprah tim Merah Putih di perhelatan se-Asia Tenggara baru-baru ini. Meskipun kalah dari negara tetangga, namun sepakbola sampai saat ini tetap bisa menjadi suatu alat pemersatu bagi kita semua. 

Yang unik adalah ketika Laskar Merah Putih bertanding, semua suporter dari berbagai daerah bisa bersatu berwarna merah untuk mendukung. Mereka yang biasanya beberapa kali saling ribut atau bermusuhan, bisa dengan damai berangkulan menapaki stadion untuk mendukung timnas. Para suporter klub bisa dikatakan membawa nama daerah mereka masing-masing. Ini berarti mereka melupakan persaingan mereka untuk membela negara. Perilaku ini mungkin sebaiknya dibawa kepada dunia politik Indonesia. Anggaplah para suporter klub sebagai fraksi masing-masing parpol. Meskipun mereka berasal dari berbagai partai politik, tujuan mereka haruslah sama, untuk mendukung Indonesia ke arah yang lebih baik. 

Fanatisme yang ada membuahkan rasa cinta tanah air bagi para suporter tanah air. Ini baik dan positif bagi perkembangan bela negara. Kita yang tersulut karena sepak bola akan menjadi lebih merasa memiliki negara ini. Mendukung tim Garuda berarti mendukung negara. Mereka yang tidak suka sepak bola pun akhirnya banyak yang terpancing untuk mengikuti sekadar mendukung idola seperti Irfan dan lain-lain di lapangan. Sepak bola menjadi salah satu alat untuk mencintai tanah air sendiri. Belakangan ini jersey Indonesia atau pun pernak-pernik lainnya banyak dikenakan masyarakat banyak. Mereka dengan bangga bisa mengenakan lambang timnas di dada. Negara harus berterimakasih kepada timnas karena sudah menjadi wadah untuk membangun negara dengan persatuan. Segala polemik yang ada di negara kita seakan terlupakan sejenak saat tim Laskar Merah Putih bertanding. Hai para pemimpin di luar sana, anda semua memiliki masyarakat yang begitu cinta akan tanah air mereka dan bangga akan lambang Garuda. Anda yang selalu bersidang di tempat yang memiliki patung Garuda yang begitu besar seharusnya memiliki rasa cinta yang sama dengan mereka, atau kalau tidak, malulah anda pada diri anda. Mereka para suporter lebih tahu bagaimana mengapresiasikan rasa nasionalismenya. 

Hanya sebuah bola, hanya sebuah permainan, namun efek magis yang dihasilkan sungguh terasa. Bisa kita lihat bagaimana kekecewaan publik saat harus takluk di partai final atas Malaysia. Para suporter kecewa karena merasa kalah oleh negeri tetangga itu. Persaingan sepak bola telah menjulur ke arah persaingan antar negara. Para pemain di lapangan membawa beban nama negara. Kekalahan mereka bisa orang artikan seperti kekalahan negara. Dengan begitu pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan lagi pembinaan sepak bola di tanah air setelah melihat bagaimana sepak bola memberi pengaruh yang besar kepada kehidupan kebangsaan. PSSI lebih ditingkatkan lagi kinerjanya agar timnas bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.

Olahraga memang sudah dari dahulu menjadi salah satu sarana untuk menunjukan eksistensi suatu bangsa di dunia. Dan seharusnya Indonesia juga menggunakan olahraga sebagai sarana untuk menunjukan kebesaran Merah Putih di mata dunia. Nah para pemimpin Indonesia, belajarlah dari sepakbola. Jangan hanya jadikan sepak bola sebagai sarana hiburan untuk nonton bareng semata. Tapi jadikan sepak bola sebagai contoh sekaligus sarana bagaimana mempersatukan ibu pertiwi. Tapi kalau anda tidak suka sepak bola juga tidak apa-apa, toh bagaimanapun juga ini hanya opini saya.

Kamis, 22 September 2011

Rumahnya Orang Merdeka

*tulisan saya dibawah ini hanyalah kritik semata.

Anda ingin hidup bebas? Bersyukurlah pada Tuhan kalau anda adalah warga negara Indonesia. Kenapa begitu? Di Negara ini anda bisa bebas melakukan apa saja, tak ada negara yang lebih bebas dibandingkan negara Indonesia. Siapapun anda, anda bisa bermimpi jadi apa saja jika anda mau. Tak ada yang tak mungkin di Indonesia ini. Anda bisa menjadi apa saja jika anda mau di negeri ini. Dari profesi yang paling rendah, tinggi, baik sampai buruk pun bisa anda lakukan di negara ini. Dan jangan salah, kalau anda kreatif bahkan anda bisa menciptakan pekerjaan paling unik yang hanya ada di negara Indonesia. Semua bisa dilakukan, kita kan negara merdeka.

Profesi di Indonesia begitu beragam. Maling pun juga beragam. Dari maling ayam sampai maling uang negara ada di negara ini. Kalau masalah jumlah, saya tidak yakin mana yang lebih banyak antara kedua maling ini. Maling mangga sampai maling hutan juga ada di Indonesia. Kalau maling mangga dan maling ayam sehabis maling bisa setengah hidup karena dikeroyok warga, maling uang negara dan maling hutan akan berleha-leha tanpa takut akan dihukum. Kalaupun mereka akan dihukum mereka masih punya senjata ampuh, uang. Anda mau jadi penjahat? Di sinilah tempatnya. 

Anda mau jadi artis? Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan kesempatan seluas-luasnya buat warga negaranya untuk berekspresi menjadi artis. Jumlah artis sudah begitu banyaknya. Anda tinggal butuh sedikit belajar beracting menangis ditambah wajah yang cukup enak dipandang untuk menjadi seorang artis. Kalau muka anda jelek? Tak perlu khawatir, acara televisi tetap membutuhkan orang-orang berwajah pas-pasan untuk menjual acara mereka. Anda hanya butuh modal melucu sedikit saja, maka jadilah anda seorang artis di TV. Musisi lebih mudah. Bentuklah band, buatlah lagu-lagu mellow atau melayu. Buatlah lirik yang mudah diingat dan minimal pada bagian reffnya, atau tambahkan bahasa lain pada lagu anda. Tinggal sisanya perjuangan anda sampai anda tenar. Untuk urusan wajah atau pun skill anda tak perlu khawatir. Dan satu pekerjaan lain tak menjadi batasan anda untuk menjadi musisi. Presiden pun bisa menjadi musisi. Sudah saya katakan tak ada yang tidak mungkin di negara kita ini.

Kebebasan juga ada jika anda mau menjadi anggota DPR. Ikutlah salah satu partai, siapkan modal yang besar. Dan jadilah anda anggota dewan legislatif. Tak perlulah pengetahuan politik yang tinggi. Saat rapat pun anda tak perlu takut anda bosan. Kalau anda ngantuk, ya tidurlah, tak usah takut tak ada teman. Kalau anda bosan anda juga bisa nonton film porno kalau anda mau, masalah malu atau tidak tergantung pribadi anda. Anda sedang ingin berolahraga saat rapat dewan? Anda tinggal berkelahi dengan anggota dewan yang lain. Ditambah diliput oleh media anda bisa jadi berita hangat dan nama anda di dewan jadi tambah tenar. Mudah bukan?

Di Indonesia ini selama kita mau, apapun bisa dijadikan uang. Anda suka main di social networking? Mau jadi penulis? Anda tinggal buat buku dengan embel-embel cara mudah belajar blablabla dan seterusnya. Buku anda terbit, uang pun datang pada anda. Di jalan raya pun ada berbagai macam profesi. Mulai dari tukang parkir, Pak Ogah, dan masih banyak lagi profesi lainnya. Anda bebas memilih pekerjaan yang anda mau. Karena hidup juga merupakan pilihan bukan?

Tempat tinggal pun bisa anda pilih, semua terserah usaha anda. Dari perumahan elit sampai jembatan penyebrangan telah menjadi pemukiman di Indonesia. Toh tak ada yang melarang bukan? Anda juga tak perlu takut tak bisa mendapatkan alat transportasi. Angkutan umum berjejer-jejer menunggu anda naiki. Ingin cepat anda bisa naik kereta. Definisi naik pun sudah berbeda disini. Naik ya berarti di atas kereta. Jadi anda tak perlu takut anda tak bisa mendapat tempat di kereta. Tinggal membutuhkan sedikit keberanian saja, resiko paling anda lebih cepat pulang ke rumah yang diatas. Anda yang punya obsesi pembalap F1 atau motor GP tak perlu takut tak bisa menyalurkan bakat anda. Jalan raya di ibukota adalah tempat yang bagus untuk menunjukan kebolehan anda. Jalan raya menjadi arena selap-selip kendaraan yang begitu seru. Tak ada yang mau kalah sebelum badan kendaraan kurang satu centi mengenai badan yang lain atau pun kebablasan. 

Kalau ada orang bilang hidup di Indonesia itu berat dan menyiksa, mereka salah besar. Mereka pasti belum menemukan kenikmatan hidup di negara ini. Indonesia itu negeri paling bebas di dunia. Berbahagialah anda hidup di Indonesia karena tak ada negeri lain yang seperti kita. Yang benar adalah salah, yang salah adalah benar, dimana lagi anda bisa menemukan selain di Indonesia? Anda boleh bersyukur dan tidak, bagaimanapun juga ini hanya opini saya.